Kedukaan masih menyelimuti bangsa Indonesia beberapa waktu yang lalu. Teriring do’a atas kepergian mantan presiden RI yang ke-2, Soeharto menghadap Rahmatullah,. Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan menerima segala amal perbuatannya. Amin.
Kasus hukum mantan penguasa Orde Baru itupun kembali mencuat. Usulan pengampunan terhadap Soeharto pun disuarakan dengan menghentikan pengusutan terhadap kasus hukum Soeharto mengingat adanya jasa-jasa besar beliau terhadap bangsa dan negara. Di sisi lain, sebagian pihak juga berteriak lantang agar proses hukum terhadap Soeharto tetap dilanjutkan, karena dinilai kepemimpinan Soeharto telah mengakibatkan kesuraman bagi negeri ini. Kejahatan korupsi dan pelanggaran kemanusiaan selama pemerintahannya telah meninggalkan kenangan pahit dan kepiluan. Sejenak kita perlu menengok hiruk-pikuk reformasi 1998. Setelah Soeharto lengser keprabon pada 21 Mei 1998, peta perpolitikan nasional penuh dengan ketidakpastian. Intinya, gerakan reformasi saat itu tak sekadar menghendaki Soeharto turun tahta, tapi juga menuntut pengadilan atas kejahatan-kejahatan kemanusiaan yang pernah dilakukannya. Arah gerakan reformasi seolah-olah belumlah jelas untuk menjawab,
What after next Soeharto?
Namun, apa mau dikata, sampai detik ini pengadilan terhadap Soeharto tak kunjung menemukan kepastian. Pemerintah tampak tidak tegas menuntaskan kasus hukum Soeharto. Manuver meninggalnya Soeharto begitu ampuh untuk membingungkan pemerintah. Bahkan, pada 2006 silam pihak kejaksaan agung serta merta mengeluarkan Read the rest of this entry »


Recent Comments