ReLationsHip betWeen Psychology AnD pHySiOLogY…paRt 1

22 12 2008

Jangan dilihat dari makna gramatikalnya aja ya! ‘Coz yang  jelas, dah pasti beda. Nah, padahal antara psikologi dan fisiologi tuh punya hubungan identik satu sama lain. So, kita flashback dulu siapa sih tokoh-tokoh ilmu Faal atau fisiologi ntu?

Ni mreka orangnya….

 

1.      Sir Charles Bell (1774 – 1842)

§  Lahir di Edinburgh, Skotlandia terkenal sebagai ahli bedah, ahli anatomi dan ilmu faal. Dia adalah seorang yang yang agak tertutup dan bersemangat dalam melakukan penelitian-penelitian.

§  Penemuan – Penemuan :

·         “Susunan Syaraf  BELL-MAGENDIE” adalah bahwa dalam tubuh manusia terdapat dua macam syaraf, yakni syaraf sensoris dan motris.

·         “INDERA KEENAM” (Kinestesia) yaitu indra yang mengetahui gerak tubuh dan posisi tubuh yang reseptor-reseptornya terdapat di dalam otot-otot, persambungan tulang-tulang (joints) dan dalam labirin.

·         Mendasari lahirnya Teori “PIANO dari pendengaran” yang dikembangkan oleh Hermann Von Helmholtz, yang membuktikan bahwa terdapat syaraf syaraf yang di susun untuk berespons terhadap gelombang suara dari yang bernada rendah sampai tinggi.

 

2.     Francois Magendie (1783 – 1855)

§  Seorang sarjana dari Prancis, dia adalah seorang yang sabar dan konservatif, pendiam, tidak banyak bicara kurang banyak bergaul berpribadi agak tertutup tetapi sangat terbuka dalam tulisan-tulisan.

§  Penemuan – Penemuan :

·         Lebih jauh lagi dari susunan syaraf Bell-Magendie, dia mengemukakan bahwa di samping syaraf sensoris dan syaraf motoris, masih ada lagi yang dinamakan dengan SYARAF MAJEMUK, yaitu syaraf yang berisi syaraf sensoris dan motoris sekaligus.

·         Hukum “SATU ARAH” dalam susunan syaraf (the law of forward direction), mengatakan bahwa konduksi dalam syaraf secara normal hanya berjalan searah, jadi tidak bolak-balik. Hukum ini kemudian didasarkan dari konsep tentang aksi refleks.

 

3.     Marshall Hall (1790 – 1857)

§  Hall adalah seorang sarjana berbangsa skotlandia yang terkenal dengan penelitian-penelitiannya mengenai refleks. Marshall Hall terkenal dengan pendapatnya yang menentang hipnotisme. Pandangan-pandangan Hall banyak persamaannya dengan pandangan-pandangan Johannes Peter Muller.

§  Dalam penelitian dengan ular, Hall menegaskan bahwa harus dibedakan gerakan-gerakan yang disadari dengan yang tidak disadari kemudian Ia membedakan empat macam gerakan tubuh :

·         Gerakan yang di kehendaki (voluntary movement), tergantung pada kesadaran dan kegiatan otak.

·         Gerakan pernafasan (respiratory movement), tidak atas dasar kehendak dan tergantung pada pusatnya di sumsum penyambung (medula oblongata).

·         Gerakan yang tidak d kerhendaki (involuntary movement), tergantung dari kepekaan otot-otot terhadap rangsang.

·         Gerakan refleks, tergantung hanya paa jaringan syaraf dalam tulang punggung (spinal cord), tidak tergantung pada otak dantidak pula pada kesadaran.

 

4.     Johanes Peter Muller (1801 – 1858)

§  J.P Muller lahir di Prusia (14 Juli 1801) dan meninggal di Berlin (28 April 1858) ia adalah seorang ahli ilmu faal yang mendapat pendidikan di Universitas Bonn dan menjadi profesor ilmu faal dan anatomi sejak tahun 1833. Ia banyak melakukan penelitian tentang indra-indra dan dapat dikatakan Muller adalah orang yang mula-mula menggunakan metode experimental.

§  Penemuan:

·         Hukum energi spesifik yang dikembangkan dari penemuan Bell Magendie.

o   Hukum energi spesifik sebagai berikut :

§  Pada setiap indra hanya terjadi satu jenis pengidraan , tidak tergntung dari jenis rangsangannya.

§  Hukum energi spesifik ini ternyata dapat menerangkan berbagai gejala dalam pengindraan, antara lain gejala panas dingin paradoks (paradoxical cold and heat) yaitu gejala dimana titik-titik tertentu di permukaan kulit hanya dapat menerima kesan panas sekalipun diberi rangsang dingin, dan titik-titik lainnya yang berdekatan hanya dapat menerima kesan dingin sekalipun diberi rangsang panas.

 

5.     Paul Broca (1824 – 1880)

§  Paul Broca adalah seorang dokter berkebangsan Jerman yang terkenal dengan penemuannya yaitu pusat bicara di otak yang kemudian diberi nama “Pusat Broca”.

§  Broca menemukan pusat bicara ini secara kebetulan , yaitu ketika mengotopsi seorang pasian yang tidak bisa bicara tetapi cukup cerdas, bisa mendengar dan berkomunikasi dengan isyarat. Dalam otopsinya adanya kelainan di suatu tempat di otak, yaitu di ”frontal convultion” (benjolan-benjolan bagian depan)  yang ketiga pada “cerebral hemisphere” (belahan otak) sebelah kiri. Lokasi otak ini kemudian di tetapkan sebagai pusat bicara, jadi jika terjadi gangguan di tempat ini maka orang itu tidak bisa bicara yang di sebut “aphasia” .

§  Aphasia tidak sama dengan dengan bisu, stuttering (gagap disebabkan gangguan emosi), alexia (gangguandalam membaca) dan agrafia (gangguan dalam menulis)

§  Orang bisu biasanya tidak dapat mendengar sehingga tidak dapat berbicara dan sebagian orang bisu lainnya menderita kerusakkan pada alat-alat bicaranya, sedangkan penderita aphasia tidak seperti ini. Kritik-kritik terhadap penemuan Broca pada masa itu datang dari berbagai pihak, antara lain : J.B.Boilland kemudian Piere J.M. Flourents ( 1794-1867 ).

 

6.     G.T. Fritsch ( 1838 – 1891 ) dan E. Hitzig (1838 – 1907)

§  Pada tahun 1870 kedua sarjana ini mengadakan penelitian bersama dan menemukan bahwa pada cortex “cerebri” (kulit otak) terdapat pembagian wilayah. Dua wilayah itu adalah “gyrus centralis posterior” yang merupakan area sensoris dan gyrus centralis anterior yang merupakan area motoris. Kedua wilayah itu di pisahkan oleh sebuah lekukan yang memanjang yang disebut “selcus centralis ronaldi”. Penemuan ini merupakan pengembangan dari penemuan Bell-Magendie.

§  Dengan demikian jalannya syaraf motoris dan syaraf sensoris setelah “columna vertebalis” diketahui , yaitu impuls-impuls sensoris diteruskan ke “gyrus centralis posterior” di otak, sedangkan impuls-impuls motoris datang dari area motoris di “gyrus centralis anterior”.

§  Penemuan kedua sarjana ini kemudian di kembangkan terus oleh sarjana-sarjana lainnya, antara lain seperti Farrier seorang sarjana inggris yang  telah berhasil membuat peta lokasi melalui eksperimen-eksperimennya dengan kera.

 

7.     Gustav Theodor Fechner (1801 – 1887)

§  Dokter dan ahli fisika ini mula-mula bercita-cita menjadi seorang filsuf, tetapi jalan hidupnya rupa-rupa tidak membawnya ke arah sana. Walaupun sekarang ia menjadi seornag dokter cintanya pada filsafat dan seni masih tetap besar, oleh ia karna itu dalam praktiknya sebagai dokter Fachner tidak hanya memperhatikan gejala-gejala badaniah saja melainkan memeperhatikan pula gejala-gejala kejiwaan. Karna itu ia tergolong ke dalam “ psycho physician”  ( dokter jiwa ), Ia berpendapat bahwa jiwa indentik dengan badan.

 

8.    Herman L.F. Von Helmholtz (1821 – 1894)

§  Helmhortz lahir di postdam ( Jerman Timur 31 Agustus 1821) dan meninggal di berlin 18 september 1894. Penelitian-penelitiannya lebih berat ke bidang fisika dan ilmu faal tapi bukan ke psikologi.

§  Dalam  doktrin Unbewusser schluss mempunyai beberapa sifat :

·         pengalaman yang menimbulkan jejak ingatan tertentu.

·         gejala tidak dapat dicegah,karena terjadi tanpa disadari.

·         jejak-jejak ingatan dapat ditimbulkan oleh rangsangan-rangsangan yang analog, karena persepsi sifat induktif.

 

9.     Sir Francis Galton (1822 – 1911)

§  Sir Francis Galton dilahirkan pada tanggal 16 Februari  1822 (terpaut 1 hari ma tanggal lahirQw) di Biringham dan meninggal pada tanggal 17 Januari 1911.

§  Metode – metode yang dihasilkannya:

·         Penggunaan kuesioner untuk partama kalinya dalam penelitian imajinasi visual.

·         Menemukan tes asosiasi kata ( word assosiation test)

·         Dalam statistik ia menemukan teknik korelasi.

·         Ia mengemukakan bahwa ciri-ciri psikologi dapat diturunkan.

 

10.Emil Kraepelin (1856 – 1926)

§  Emil kraepelin dilahirkan pada tanggal 15 Februari 1856 dan meninggal  tanggal 7 Oktober 1926. Ilmu yang dipelajarinya adalah mengenai penyakit Kejiwaan atau yang disebut psikosis.

§  Psikosis ada 2 golongan yaitu:

·         Dementia praecox

·         Manis depresif

§  Adapun metode yang di pelajarinya  dengan menciptakan suatu tes  yang dikenal dengan  nama Tes Kreapelin.dan sebagai contoh orang yang dipelajari secara eksprimental pengaruh-pengaruh obat-obatan,alcohol, dll.

 

11.  Ernst Kretschmer (1888 – 1964)

§  Ia dilahirkan pada tanggal 8 Oktober 1888 dan Meninggal pada tanggal 8 februari 1964. Metode yang dipelajari mengenai karekter manusia. Dan mempunyai beberapa golongan seperti:

·         Tipe skizotim yaitu orang yang mempunyai karakter tertutup.

·         Tipe siklotim yaitu orang yang mudah berubah-rubah perasaannya.

·         Tipe viskus yaitu orang yag punya tempramental lambat.  

 

 

 

 

 


Actions

Information

One response

30 12 2008
johnny

XarewC Thanks for good post

Leave a comment